Militan Filiphina Ancam Bunuh Duterte

Militan Filiphina Ancam Bunuh Duterte

Kabar Terkini – Militan kelompok pemberontak BIFF Filiphina meninggalkan pesan berisikan ancaman untuk membunuh Presiden Rodrigo Duterte. Pesan itu ditemukan pada Jumat (23/06/2017), ketika militer membersihkan satu ruang kelas di sebuah sekolah yang dikuasai oleh BIFF saat mereka menyerangn desa di Pigcawayan, Cotabato.

Pada papan tulis kelas itu, seorang militan menulis, “Ini merupakan tembakan untuk membunuh Duterte. Kepada siapa pun Duterte meminta bantuan untuk memberantas kami, bersiaplah, Davao selanjutnya.”

Davao merupakan kampung halaman Duterte, dimana dia pernah menjabat sebagai walikota selama puluhan tahun. Sampai saat ini pun, Duterte sering kali menjalankan pemerintahan dari rumahnya di Davao.

Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara kepresidenan Filiphina, Ernesto Abella, menyebutkan bahwa BIFF tidak akan bisa mengancam nyawa Duterte.

“Kelompok tersebut memang sangat brilian dalam memanipulasi media. Tapi, mereka tidak memiliki dukungan dari lapangan,” ujarnya sebagaimana dilansir Inquirer, Sabtu (24/06/2017).

Selama ini, pemerintah Filiphina memang selalu mengungkapkan, BIFF merupakan kelompok pemberontak yang tidak lagi mempunyai kekuatan. Tapi menurut wakil komandan Komando Pasukan Bersenjata Mindanao Timur, Gilbert Gapay, sangat besar kemungkinan BIFF didukung kelompok militan lainnya, termasuk Maute yang sampai saat ini masih bertempur dengan militer di Marawi.

Gapay mengutarakan BIFF terutama dari fraksi Bungos telah menyatakan kesetiaan kepada ISIS, begitu juga dengan Maute. Secara taktis, sangat mungkin dan kami juga telah melihat beberapa operasi dimana militan BIFF mengirimkan bantuan, bukan cuma Maute, tapi juga teroris lainnya di Filiphina.